TEKNOLOGI & INOVASI
Indonesia Siapkan Teknologi AI dan Drone untuk Pengamanan Kerumunan, Nexnode Jadi Mitra Strategis
Sistem berbasis kecerdasan buatan ini mampu mendeteksi dan mencocokkan wajah individu di tengah kerumunan dengan data kependudukan secara real- time, membawa babak baru dalam pengamanan publik di Ibu Kota.
Redaksi | Jakarta, 15 Mei 2025
JAKARTA — Penggunaan teknologi drone dan kendaraan taktis berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tengah direncanakan sebagai solusi mutakhir untuk mendukung operasi keamanan publik di Indonesia. Langkah strategis ini ditandai dengan terjalinnya kemitraan antara perusahaan teknologi asal Singapura, Nexnode Innovations, dengan PT Empat Teknologi Indonesia selaku mitra lokal, untuk bersama-sama mengembangkan ekosistem pengamanan berbasis AI yang terintegrasi di Tanah Air.
Sistem yang dikembangkan memungkinkan kendaraan mobile yang dilengkapi server mini dan drone berbasis AI untuk melakukan pemantauan kerumunan secara real-time di wilayah Jakarta. Teknologi ini diklaim mampu mendeteksi wajah individu di tengah keramaian dan secara otomatis mencocokkannya dengan database kependudukan, untuk mengidentifikasi keberadaan seseorang dalam hitungan detik.
Data hasil tangkapan drone kemudian dikirimkan secara langsung ke pusat komando, di mana pihak berwenang dapat memantau situasi lapangan dan menentukan tindakan yang perlu diambil berdasarkan informasi yang akurat dan terkini. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas respons aparat keamanan di lapangan secara signifikan.
"Nexnode hadir sebagai mitra strategis yang tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga komitmen untuk membangun ekosistem keamanan yang lebih cerdas dan responsif di Indonesia."
Nexnode: Dari Singapura untuk Asia Tenggara
Nexnode Innovations merupakan anak perusahaan pertama AVCiT yang beroperasi di luar Tiongkok, dengan kantor yang tersebar di Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Sebagai perusahaan yang lahir dari induk yang telah berdiri sejak 2010 di Guangzhou, Tiongkok, Nexnode membawa rekam jejak yang panjang dalam dunia teknologi AV/KVM dan kecerdasan buatan.
AVCiT sendiri telah menorehkan sejumlah pencapaian signifikan, di antaranya meraih China Innovation Award pada 2017, meluncurkan produk AI Deep Learning pada 2020, dan menjadi perusahaan AVoIP pertama yang tercatat di bursa saham Tiongkok pada 2022.
Warisan teknologi inilah yang kini dibawa Nexnode ke pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Dua Ekosistem Unggulan: AI Edge dan Smart AV/KVM
Nexnode mengusung dua ekosistem teknologi utama yang saling melengkapi. Pertama adalah AI Edge Computing Platform, sebuah sistem yang dirancang untuk mengubah kamera CCTV konvensional menjadi sensor pintar berbasis AI. Platform ini mampu menjalankan hingga 90 algoritma yang dapat dikustomisasi, dengan delapan algoritma berjalan secara bersamaan dan tingkat akurasi pengenalan mencapai 85 hingga 95 persen.
Kemampuan deteksi sistem ini mencakup berbagai skenario, mulai dari deteksi kerumunan, identifikasi individu yang jatuh, pemantauan perilaku merokok di area terlarang, deteksi kebakaran, pelanggaran penggunaan helm, hingga pemantauan kendaraan mencurigakan. Semua ini diproses langsung di perangkat edge tanpa bergantung penuh pada koneksi cloud.
Ekosistem kedua adalah Smart AV/KVM over IP Solution, yakni sistem kendali dan manajemen visual yang dirancang khusus untuk ruang operasi kritikal. Teknologi ini telah diterapkan di berbagai tipe fasilitas, mulai dari Command Center dengan kontrol video wall berteknologi tinggi, Crisis Room dengan enkripsi end-to-end dan kolaborasi multi-lokasi, hingga ruang rapat dan ruang dewan yang mendukung konferensi video dan tampilan layar fleksibel.
Rekam Jejak di APAC: Dari Changi hingga Telkom Indonesia
Nexnode dan induknya AVCiT telah membuktikan kapabilitas mereka melalui sejumlah proyek besar di kawasan Asia Pasifik. Di Singapura, teknologi mereka dipercaya untuk mendukung operasional 24 jam Changi Airport AOC dengan sistem AV over IP latensi nol untuk manajemen penerbangan dan keamanan, serta mendukung Singapore LTA dalam pemantauan real-time seluruh jaringan transportasi dan lalu lintas kota.
Di Indonesia, portofolio Nexnode sudah mencakup Telkom Indonesia dengan sistem command multi-departemen dan manajemen video wall berbasis drag-and-drop, serta Jakarta Data Center yang menggunakan sistem kendali server air-gapped untuk menjamin uptime berkelanjutan pada infrastruktur IT kritikal. Proyek lainnya di kawasan APAC antara lain Suvarnabhumi Airport di Thailand, ATT Tanjung Bin di Malaysia, Chulalongkorn University di Thailand, dan Government EOC di Jakarta.
Langkah Maju Menuju Keamanan Publik yang Lebih Cerdas
Kemitraan strategis antara Nexnode dan PT Empat Teknologi Indonesia ini menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi infrastruktur keamanan publik di Tanah Air. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Jason Liu selaku Sales Director Nexnode bersama Shermaine Liew, Account Manager Nexnode, yang secara khusus hadir untuk membahas peluang kolaborasi dan pengembangan solusi AI di Indonesia. PT Empat Teknologi Indonesia berperan sebagai jembatan strategis yang menghubungkan teknologi kelas dunia dari Nexnode dengan kebutuhan nyata institusi-institusi di Indonesia. Dengan mengintegrasikan teknologi AI Edge untuk pemantauan lapangan berbasis drone dan kendaraan taktis, serta sistem komando terpusat yang canggih, Indonesia bersiap memasuki era baru pengamanan publik yang lebih proaktif, presisi, dan responsif.
Pengembangan lebih lanjut dari kemitraan ini akan terus dipantau, seiring rencana implementasi yang mencakup berbagai institusi strategis di Indonesia dalam waktu dekat.
#Nexnode #AI #Drone #KeamananPublik #Teknologi #Indonesia #Smart City